Artikel

Pentingnya Pengetahuan Survival Bagi Masyarakat di Daerah Rawan Bencana

Kita tentunya tidak pernah berharap mengalami suatu bencana, namun kita pun tidak pernah tahu kapan kita akan mengalami suatu bencana atau peristiwa ekstrim yang mendadak dapat merubah kehidupan kita.

Merujuk undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, yang dimaksud bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Bencana-bencana yang sering terjadi di Indonesia diantaranya bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kekeringan, kerusuhan massal, kebakaran, dan sebagainya. Akibat yang mungkin muncul dari bencana ini adalah kehidupan yang menjadi terisolasi, kekurangan sandang dan pangan, kehilangan tempat tinggal, menurunnya tingkat kesehatan dan munculnya berbagai penyakit.

Perubahan drastis dari kondisi normal ke kondisi tak normal, tentunya tak setiap orang siap menghadapinya. Inilah yang sering terjadi saat terjadinya bencana di Indonesia. Masyarakat yang mengalami bencana cenderung hanya berharap adanya bantuan dari luar. Mereka tidak terlatih untuk menghadapi kehidupan serba kekurangan.

Tulisan ini berupaya mengingatkan tentang pentingnya kemampuan bertahan hidup dalam kondisi seminimum mungkin. Dalam hal ini kemampuan mempertahankan diri dari keadaan yang darurat, buruk dan kritis. Kemampuan survival untuk keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. sambil menunggu pertolongan dan bantuan dari pihak lain tiba.

Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu. Keterampilan survival (Survival Skills) selama ini selalu dikaitkan dengan kegiatan Outdoors, seperti pencinta alam, mountenering, dan militer. Padahal keterampilan survival dapat diterapkan pada setiap kondisi darurat. Pengetahuan dasar survival dapat dipelajari oleh semua orang.

Manfaat pengetahuan survival bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, tentunya akan meningkatkan kemampuan bertahan hidup saat munculnya bencana. Sehingga mampu meningkatkan harapan hidup para korban bencana sampai bantuan dari luar datang. Sebagai contoh, seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20-30 hari tanpa makan, tapi orang tersebut hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air, bila memiliki pengetahuan survival tentunya dia mampu bertahan lebih lama lagi.

Pengetahuan dasar survival yang harus dimilki oleh setiap orang meliputi kemampuan :

  1. Percaya diri,
  2. Kesiapsiagaan (Preparedness),
  3. Sikap mental : Kesiapan mental (Mental Preparedness), semangat untuk tetap hidup, kepercayaan diri, akal sehat, disiplin dan rencana matang serta kemampuan belajar dari pengalaman.
  4. Pengetahuan bertahan hidup : cara membuat tempat berlindung (Shelter), cara memperoleh air, cara mendapatkan makanan, cara membuat api, pengetahuan orientasi medan, cara mengatasi gangguan binatang, cara mencari pertolongan.
  5. Pengetahuan dasar kesehatan : Petolongan Pertama Pada Kecelakaan (First Aid), pengenalan tanaman obat, pengenalan dasar anatomi tubuh manusia.
  6. Kesiapan fisik : Latihan melakukan perjalanan jauh (Hiking), berenang, dll.
  7. Keterampilan dasar survival : latihan mengidentifikasikan tanaman, latihan membuat trap (jebakan), latihan membuat senjata darurat, latihan pemadaman api, mengenal dan menghindari bahaya, dll.
  8. Pengetahuan peralatan standard survival : kotak survival (Survival kits), pisau jungle, kotakl P3K, alat komunikasi, manual survival (Survival manuals), dll.

Sebaiknya masyarakat telah mempersiapkan dirinya dengan peralatan dasar survival (Survival Kits) yang sudah dikemas dalam tas khusus dan selalu siap untuk dibawa. Untuk masing-masing daerah rawan bencana mungkin dapat berbeda.

Perlengkapan dasar survival menghadapi bencana alam dapat mencakup item yang direkomendasikan sebagai berikut :

  • Air, 1 (satu) galon air per orang, per hari selama kurang lebih 3 (tiga) hari, untuk minum dan sanitasi,
  • Makanan tahan lama, setidaknya untuk pasokan 3 (Tga) hari,
  • Radio bertenaga baterai ataupun radio engkol, dengan baterai cadangan,
  • senter dan baterai cadangan,
  • Perlengkapan P3K (first aid kit),
  • Peluit dan cermin untuk sinyal,
  • Masker untuk filter udara yang terkontiminasi,
  • Plastik terpal untuk tempat berlindung,
  • Selimut, handuk kering, kantong sampah dan kantong plastik untuk sanitasi pribadi.
  • Pakaian cadangan yang praktis,
  • alat-alat pemotong : gunting, pisau lipat, gergaji lipat, kampak,
  • Tali-temali,
  • Korek api tahan air, dengan cadangan bahan bakar,
  • Peta lokal dan peralatan navigasi (kompas, Penggaris, dll),
  • Alat tulis dan buku kecil.

 

Baca Juga :

Benda-benda yang Berguna selama Pendakian

Fungsi Pertolongan Pertama dengan Kotak P3K

Isi Tas Siaga

Pentingnya Pengertian tentang peralatan dan pengananP3k

 

Pentingnya Pengertian Tentang Peralatan dan Penanganan P3K

Kecelakaan ringan dalam bentuk cedera atau lecet adalah hal yang tanpa sengaja dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, persiapan dengan membawa alat atau mengetahui teknik pertolongan pertama dapat dibilang penting sebagai bentuk pencegahan atau pengobatan.

Data Riskesdas 2013 menunjukkan secara nasional cedera paling banyak terjadi di jalan raya (42,8%), disusul oleh rumah (36,5%), dan sekolah (5,4%) dengan proporsi jenis cedera didominasi oleh luka lecet atau memar (70,9%), terkilir (27,5%), dan luka robek (23,2%).

Angka tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana penanganan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan tidak menyediakan alatnya di rumah atau tempat yang seharusnya tersedia, seperti di tempat kerja, kendaraan, dan personal,yang dapat dibawa kemanapun.

Penanganan pertama pada beberapa luka ringan sering kali kurang tepat sehingga menyebabkan infeksi. Disinilah pentingnya persiapan perlengkapan P3K dan tentunya disempurnakan dengan pengetahuan dasar penanganan luka ringan. Secara umum, P3K berfungsi sebagai upaya pertolongan sementara, sebelum mendapatkan perawatan yang lebih intensif dari dokter. Perlengkapan P3K yang wajib dimiliki meliputi Kassa steril, perban, sarung tangan lateks, masker, plester, iodine, gunting, pinset, dan tentunya bukupetunjuk penggunaan.

Siap P3K tidak berarti hanya melengkapi kotak penyimpanan, akan tetapi penting untuk mengenali setiap barang agar mengetahui cara menggunakannya dengan baik dan benar, meletakkan kotak P3K di area yang terlihat dan mudah dijangkau, serta rutin untuk memeriksa tanggal kadaluarsanya.

Produk Kit P3K terbaik dan terlengkap  di Indonesia –> KLIK

Baca Juga :

Pentingnya Pengetahuan Survival Bagi Masyarakat di Daerah Rawan Bencana

Benda-benda yang Berguna Selama Pendakian

Fungsi Pertolongan Pertama Dengan Kotak P3K

Isi Tas Siaga

 

Isi Tas Siaga

Tas siaga adalah tas yang berisi kebutuhan-kebutuhan dasar yang diperlukan saat menghadapi bencana. Tas siaga biasa digunakan terbuat dari bahan yang tahan air. Dapat digunakan jenis Daypack atau tas gendong. Tas tersebut berisikan alat kesehatan dan kebersihan seperti makanan siap saji, air mineral, kotak P3K, tisu basah, tisu kering, serta perlengkapan mandi.

Siapkan pula pakaian seperti selimut, jaket, baju ganti, jas hujan, masker, sepatu bot, dan sarung tangan karet. Alat informasi / telekomunikasi seperti telepon seluler, radio dan peta juga harus tersedia. Tidak lupa membawa serta aset berharga seperti dokumen penting, kunci cadangan, dan uang tunai secukupnya. sertakan pula alat pendukung lainnya seperti perlengkapan ibadah, senter dan peluit.

Saat ini sudah ada selimut dan kantung tidur yang praktis dan biasa digunakan untuk kedaruratan. Terbuat dari bahan yang ringan dan dapat dilipat sangat kecil. Minimal, disiapkan untuk bertahan selama 3 (tiga) hari. Alangkah lebih baik jika disiapkan sejak sekarang, agar siapapun lebih siap bila bencana terjadi.

Produk Kit P3K terbaik dan terlengkap  di Indonesia –> KLIK

Baca Juga :

Pentingnya Pengertian Tentang Peralatan dan Penanganan P3K

Pentingnya Pengetahuan Survival Bagi Masyarakat di Daerah Rawan Bencana

Benda-benda yang Berguna Selama Pendakian

Fungsi Pertolongan Pertama dengan Kotak P3K

 

 

Fungsi Pertolongan Pertama dengan Kotak P3K

Senangnya melihat anak aktif. Tak jarang ia beredar ke seluruh ruangan untuk memenuhi rasa ingin tahunya terhadap barang-barang yang ia lihat. Begitu juga saat ia bermain di halaman atau taman dekat rumah. Ketika matanya melihat capung yang terbang diatas rumput, tak pelak ia pun berlari ingin menangkap. padahal, kaki mungilnya masih dalam tahap belajar berjalan. Sebagai orang tua, tentu Anda khawatir anak akan terjatuh. Tetapi, kekhawatiran Anda tidak lantas menjadi alasan untuk melarang ia bermain kan?. Karena jika hal itu Anda lakukan, alih-alih membuat anak merasa aman, justru akan menghambat kreativitas dan perkembangan kecerdasan motoriknya. Sebaiknya Anda tetap membiarkan ia bebas mengeksplorasi lingkungan dengan menyiapkan amunisi sebagai perlindungan.

 

 

Misalnya, perlengkapan pertolongan pertama pada luka. Coba Anda cek, apakah Anda sudah sedia Kotak P3K?, apakah sudah terisi lengkap dengan berbagai peralatan, mulai dari antiseptik hingga gunting untuk memotong kassa / perban?. Ibarat sedia payung sebelum hujan, bukan karena ingin anak mengalami cedera, tetapi apabila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kecil yang tidak diinginkan, Anda dapat sesegera mungkin memberi tindakan yang tepat. Pada skala nasional, Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) menemukan sebanyak 36,5% cedera terjadi di rumah, menyusul di sekolah 5,4%, dan persentase terbanyak terdapat di jalan raya sebesar 42,8%. Dari angka itu, proporsi jenis cedera didominasi oleh luka lecet / memar sebesar 70,9%, terkilir 27,5%, dan luka robek 23,2%.

Dalam kasuistik tertentu, kecelakaan dapat terjadi kapanpun dan dimana pun, namun mayoritas masyarakat masih terbiasa mencari perlengkapan P3K setelah mengalami luka. Hal tersebut perlu mendapat perhatian karena proses penyembuhan luka kecil dapat terhambat atau menimbulkan luka yang serius. Kasus-kasus di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak selalu terkait dengan luka besar atau fatal. tidak jarang pihak IGD menerima menerima pasien dengan luka tersiram air panas, lecet, atau sekedar cedera memar ringan. Namun, sangat disayangkan, karena terkadang penanganan pertamanya kurang tepat, sehingga menyebabkan infeksi. Disinilah pentingnya persiapan perlengkapan P3K seperti obat merah, kain kassa / perban, plester perekat luka, dll yang tentunya dapat diaplikasikan dan disempurnakan dengan pengetahuan dasar penanganan luka ringan.

Produk Kit P3K terbaik dan terlengkap  di Indonesia –> KLIK

Baca Juga :

Isi Tas Siaga

Pentingnya Pengertian Tentang Peralatan dan Penanganan P3K

Pentingnya Pengetahuan Survival Bagi Masyarakat di Daerah Rawan Bencana

Benda-benda yang Berguna Selama Pendakian

 

Benda-benda yang Berguna Selama Pendakian

Anda sedang Travelling Bersama Teman? atau mungkin Anda sedang gemar mendaki gunung?, selain memang harus memperhatikan kesehatan serta kondisi fisik, Anda juga harus mempersiapkan barang-barang tertentu yang wajib dibawa. Meski simpel atau sudah diketahui para survivor, namun bagi pemula pasti tidak akan menyangka kalau benda-benda ini penting. Berikut 10 benda yang ternyata berguna bagi pendaki pemula, yaitu :

1.Kondom

Bukan untuk mengajari yang tidak-tidak, kondom pun dapat digunakan sebagai alat survival atau untuk bertahan hidup. Fungsinya cukup banyak, yaitu untuk membuat api, menampung air dan membuat ketapel.

 

2. Magic Tissue

Ternyata tisu “sulap” ini wajib ada di kotak p3k. Fungsinya dapat menjadi pengganti balsem atau obat gosok untuk membius rasa sakit sementara jika terjadi keram.

 

3. Pembalut

Walaupun Anda Pria, namun pembalut wanita ini ternyata sangat berguna saat pendakian. Pembalut tersebut dapat Anda gunakan untuk bantalan tas Carrier yang berat di bahu.

 

4. Gunting Kuku

Gunting kuku ini bukan hanya berfungsi untuk perawatan kuku saat di puncak gunung, gunting kuku tersebut dapat Anda masukkan di packing list. Gunting kuku tersebut juga dapat berfungsi sebagai pemotong mini, sebagai pengganti gunting.

 

Medan pendakian disaat perjalan pendakian memang tidak dapat diduga. Jika tiba-tiba hujan lebat, Anda dapat menggunakan karet gelang untuk mengikat kaos kaki.

 

6. Benang dan Jarum

Jangan meremehkan benda yang satu ini, benang dan jarum saat mendaki dapat digunakan untuk menjahit tenda jika robek, sungguh sangat tidak terpikir oleh kita.

 

7. Cermin

Ternyata bukan hanya wanita saya yang membutuhkan cermin tersebut, pendaki pria pun wajib membawa benda kecil tersebut.Cermin dapat Anda gunakan sebagai petunjuk posisi atau minta bantuan jika terjadi hal-hal yang tidak terduga.

 

8. Tali Pipih

Tali pipih atau webbing sering terlupakan oleh para pendaki, padahal benda tersebut dapat berfungsi untuk membuat bivak atau memasang Hammock. Selain itu juga dapat digunakan untuk memancang tenda ke pohon.

 

9. Selotip / Isolasi

Benda tersebut bukan hanya sebagai perekat kertas koadi saja, selotip / isolasi dapat digunakan untuk menambal tenda yang bocor. Selain itu dapat juga digunakan untuk menyambung sementara frame yang patah.

 

10. Kanebo atau Spon

Kanebo yang biasa digunakan untuk mengelap motor / mobil Anda pun sebaiknya tidak tertinggal saat pendakian, Kanebo tersebut berfungsi menyerap air didalam tenda ketika tenda bocor, sebagai pengganti spon.

Produk Kit P3K terbaik dan terlengkap  di Indonesia –> KLIK

Baca Juga :

Fungsi Pertolongan Pertama dengan Kotak P3K

Isi Tas Siaga

Pentingnya pengertian Tentang Peralatan dan Penanganan P3K

Pentingnya Pengetahuan Survival bagi Masyarakat di Daerah Rawan Bencana

 

P3K Di dalam Laboratorium

A. Pengertian P3K di Laboratorium

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja ( First Aid ) adalah usaha pertolongan atau perawatan darurat pendahuluan di tempat kerja yang diberikan kepada seseorang yang mengalami sakit atau kecelakaan yang mendadak. Pertolongan pertama yang harus segera diberikan kepada korban yang mendapat kecelakaan dengan cepat dan tepat sebelum dibawa ke tempat pelayanan kesehatan.

P3K tidak menggantikan usaha pertolongan medis oleh yang berwenang, akan tetapi hanya secara sementara ( darurat ) membantu penanganan korban sampai tenaga medis diperlukan, didapatkan atau sampai ada perbaikan keadaan korban. Bahkan sebagian besar kecelakaan atau kesakitan hanya memerlukan pertolongan pertama saja.

Salah satu tempat yang cukup rentan terjadi kecelakaan adalah di Laboratorium. Seperti yang kita ketahui, Laboratorium khususnya yang berisi bahan-bahan kimia dan larutan zat-zat yang beragam juga beresiko membuat Anda mengalami kecelakaan ketika sedang melakukan percobaan atau praktik.

 

B. Tujuan P3K di Laboratorium

  1. Menyelamatkan nyawa korban,
  2. Meringankan penderitaan korban,
  3. Mencegah cedera / penyakit nya menjadi lebih parah,
  4. Mempertahankan daya tahan korban,
  5. Mencarikan pertolongan yang lebih lanjut,

 

C. Hal-hal yang Perlu Dilakukan Jika Terjadi Kecelakaan di Laboratorium

Berikut ini merupakan tips cara penanganan awal sebagai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ( P3K ) di Laboratorium.

1. Luka Kecil

Setiap kecelakaan bagaimanapun kecilnya harus segera diatasi karena dapat berakibat fatal. Luka yang kecil tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum diberi obat-obatan dan setelah itu sebaiknya ditutup atau dibalut dengan kain atau sejenisnya.

 

2. Luka Besar

Untuk luka besar seperti luka bakar atau luka yang disebabkan oleh material rusak harus diberikan pertolongan medis dengan cepat, dengan cara memberikan pertolongan dengan menggunakan obat-obatan yang ada di Kotak P3K, jika obat yang diperlukan tidak ada, korban harus segera diantarkan ke rumah sakit terdekat dan pasien tidak boleh banyak bergerak.

Untuk mengatasi agar tidak ada kecelakaan setelah kejadian tersebut, maka tempat kejadian harus diamankan terlebih dahulu dan meminta praktikan            ( orang yang melakukan praktik ) lain tidak berdiri terlalu dekat dengan tempat kejadian.

Berikut ini beberapa penanganan luka berdasarkan penyebabnya.

a) Luka Bakar Akibat Zat Asam

Terkena Larutan Asam

  1. Kulit segera dihapuskan dengan kapas atau lap halus,
  2. Dicuci dengan air mengalir sebanyak-banyaknya,
  3. Selanjutnya cuci dengan 1% Na2CO3,
  4. Kemudian cuci kembali dengan air,
  5. Keringkan dan oleskan dengan salep Levertran.

Terkena Logam Natrium atau Kalium

  1. Logam yang menempel agar segera diambil,
  2. Kulit dicuci dengan air mengalir kira-kira selama 15-20 menit,
  3. Netralkan dengan larutan 1% Asam Asetat,
  4. Dikeringkan dan oleskan dengan salep Levertran atau luka ditutup dengan kapas steril atau kapas yang telah dibasahi Asam Pikrat.

Terkena Bromine

  1. Segera dicuci dengan larutan Amonia Cair,
  2. Tutup luka tersebut dengan Pasta Na2CO3.

Terkena Phosphor 

  1. Kulit yang terkena segera dicuci dengan air sebanyak-banyaknya,
  2. Cuci dengan larutan 3% CuSO4.

Luka Bakar Akibat Benda Panas

  1. Diolesi dengan salep minyak ikan atau Levertran
  2. Mencelupkan ke dalam air es secepat mungkin atau dikompress sampai rasa nyeri agak berkurang.

 

b) Luka pada Mata

Terkena Percikan Larutan Asam

  1. Jika terkena percikan Asam Cair, mata dapat dicuci dengan air bersih kira-kira 15 menit secara terus menerus,
  2. Dicuci dengan larutan 1 % Na2C3,

Terkena Percikan Larutan Basa

  1. Dicuci dengan air bersih kira-kira 15 Menit secara terus menerus,
  2. Dicuci dengan larutan 1% Asam Borat dengan gelas pencuci mata.

 

c). Shock yang Disebabkan Listrik

Apabila ada kecelakaan yang disebabkan aliran listrik, maka matikan arus listrik sebelum berusaha menolong korban yang terkontak dengan arus listrik. Jika tidak memungkinkan, lindungi tangan dengan sarung tangan karet atau material atau Wol kering sebelum menyentuh korban untuk penanganan selanjutnya.

 

d) Gas Beracun

Dalam kasus keracunan, tindakan yang harus dilakukan adalah mengirim korban ke pertolongan medis, dan menjaga agar korban dalam keadaan hangat dan tenang. Biasanya pertolongan pertama yang sering dilakukan adalah memberikan susu dalam jumlah yang banyak dan pindahkan korban ke tempat yang berudara segar.

Untuk zat-zat yang beracun, Antitode haruslah tersedia untuk menghilangkan zat-zat beracun tersebut, tetapi Antitode ini tidak dapat diberikan kepada korban yang tidak sadarkan diri.

Penyebab keracunan yang tidak diketahui

Ada tiga prinsip yang dapat diikuti yaitu :

  1. berikan air dalam jumlah yang banyak, beri susu untuk diminum,
  2. Berikan obat muntah ( Hanya bila tidak ada tanda terbakar pada mulut dan bibir ), hal ini bertujuan untuk menunjukkan racun yang merusak ( Korosif ),
  3. Secara biasa, pindahkan korban ke udara segar, baringkan dan hangatkan korban, buka pakaian dari pinggang hingga leher. Jangan berikan obat lain selain kopi  panas, berikan oksigen jika perlu, tetapi hanya melalui alat pernafasan buatan jika nyata-nyata pernafasan terhenti.

 

 

 

Memilih, Menempatkan dan Merawat Kotak P3K

1. Pilihlah Wadah yang Bagus

Anda dapat membeli Kotak P3K sekaligus isinya, ataupun kotak P3K kosong. Namun, Biasanya Anda sudah punya wadah yang cocok dijadikan kotak P3K di rumah.

  • Salah satu pilihan yang bagus adalah wadah plastik besar yang transparan dan tahan air, baik yang kaku maupun lentur, dengan penutup berupa resleting ataupun tutup lepas-pasang. Kotak seperti ini memungkinkan isinya terlihat dari luar, sehingga dapat diketahui dengan mudah.
  • Anda dapat menggunakan tas punggung atau tas olah raga kecil sebagai kotak P3K yang lebih besar dengan isi yang lebih banyak.
  • Kotak makan siang juga adalah pilihan yang bagus. Pada dasarnya, wadah yang cukup besar mudah dijangkau dan dipindahkan, serta tahan air, cocok dijadikan sebagai kotak P3K.
  • Wadah ini sebaiknya mudah dibawa-bawa sesuai kebutuhan, terutama dalam kondisi darurat, sehingga idealnya wadah tersebut dilengkapi gagang.
  • Anda juga sebaiknya dapat memisahkan beragam benda sesuai dengan jenisnya didalam kotak, sehingga dapat ditemukan dengan mudah. Kantong plastik klip berlabel adalah pilihan wadah lentur yang sangat bagus. Carilah wadah plastik bening yang lebih kecil seperti yang biasa digunakan untuk menyimpan peralatan kerajinan tangan, atau wadah makanan sekali makan dengan tutup lepas-pasang untuk melengkapi kotak makan siang atau wadah kaku lainnya.
  • Apapun wadah yang Anda pilih, tandai dengan jelas. Misalnya dengan menuliskan “KOTAK P3K” dengan spidol permanen di beberapa bagiannya.

 

2. Letakkan Kotak P3K di Tempat yang Aman dan Mudah Terjangkau

Disaat anak Anda menangis karena luka di lututnya, kotak P3K yang tersaimpan jauh di bagian belakang lemari ataupun hilang karena tidak dikembalikan lagi ke tempat semula setelah digunakan, tentu akan menyulitkan Anda.

  • Tentukan tempat yang jelas dan sama untuk meletakkan kotak P3K, misalnya di rak yang mudah terlihat atau laci lemari yang mudah dijangkau, dan beritahukan lokasi ini kepada semua orang di rumah.
  • Biarkan anak-anak mengetahui lokasinya, namun letakkan di tempat yang tidak dapat dijangkaunya.

 

3. Berikan Informasi Mengenai Kotak P3K kepada Keluarga

Pastikan semua orang yang sudah cukup dewasa di rumah dapat memahami fungsi kotak P3K dan mengetahui lokasinya serta waktu penggunaannya.

  • Anak-anak yang masih terlalu kecil tidak boleh dibiarkan mencoba menggunakan benda-benda di dalam kotak P3K. Cukup beritahukan lokasinya kepada mereka sehingga dapat ditunjukkan kepada tamu, kerabat, pengasuh, dll. Namun letakkan kotak P3K di tempat yang tidak dapat dijangkau anak-anak, seperti di atas rak yang cukup tinggi.
  • Bagi anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa, beritahukan kapan mereka perlu mengambil kotak P3K dan cara penggunaan beragam isinya. Gunakan buku panduan kotak P3K, sebagai panduan dan letakkan dalam kotak P3K sebagai rujukan.

 

4. Perbaharui Kotak P3K

Tidak ada seorang pun yang ingin memberikan kotak P3K dengan perban yang telah habis, atau obat pereda nyeri yang telah kadaluwarsa. Jadi, pantaulah isi dan tanggal kadaluawarsaisi kotak P3K secara teratur.

  • Di Amerika Serikat, baterai Detektor asap sebaiknya diganti atau diperiksa pada awal Daylight Saving Time dan akhir musim semi dan musim gugur. Jika tinggal di Amerika Serikat, Anda dapat juga memanfaatkan waktu ini utnuk memeriksa isi kotak P3K dan memperbaharuinya sesuai kebutuhan.

 

5. Buatlah Daftar Perlengkapan untuk Dimasukkan ke Dalam Kotak P3K

Gunakan saran dalam Bagian 2 (Dua) dalam artikel ini untuk dimasukkan ke dalam kotak P3K dan catat semuanya dalam secarik kertas yang dapat disimpan di dalamnya.

  • Catat jumlah (Misalnya 10 buah perban kecil) dan tanggal kadaluwarsa (untuk obat-obatan ataupun salep) di sebelah daftar isi yang tersimpan dalam kotak P3K.
  • Semua orang yang mengambil kotak P3K harus segera dapat mengetahui isinya dan apa yang tidak ada di dalamnya,serta apa saja yang siap untuk digunakan.

 

Isi Kotak P3K di Laboratorium

Untuk memudahkan melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakan (P3K) maka perlu disediakan kotak P3k beserta isinya berupa obat-obatan dan perlengkapan lainnya. Adapun isi dari kotak P3K adalah sebagai berikut :

  1. Kain kasa steril,
  2. Pembalut dari berbagai ukuran,
  3. Kapas,
  4. Alat pencuci mata,
  5. Gunting,
  6. Peniti,
  7. Betadine,
  8. Obat gosok,
  9. Natrium Hydrogenkarbonat (NaHCo3 1%),
  10. Asam cuka 1%,
  11. Salep Livertran,
  12. Salep boor.

Arti dan Makna Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Makna Lambang K3

Pengertian keselamatan dan kesehatan kerja secara umum yaitu upaya perlindungan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan di tempat kerja, serta bagi orang lain yang memasuki tempat kerja maupun sumber dan proses produksi secara aman dan efisien dalam pemakaiannya.

Saat ini K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) menjadi suatu visi yang diagungkan dimana saja dan kapan saja. Semboyan yang khas seperti “Safety First“, Safety Is My Life“, “Saya Pilih Selamat” dan sebagainya seringkali menghiasi suatu proyek yang sedang digarap. K3 tentu mempunyai identitas dan sebab mengapa akhir-akhir ini menjadi semakin terkenal. Mulai dari lambang atau logo, peraturan perundangan, sampai dengan kebijakan di masing-masing tempat kerja yang pro terhadap eksistensi dan keberlangsungan K3 dibuat. Lalu pernahkah kita mengerti atau minimal mengetahui arti atau makna dari lambang K3?.

Berikut ini adalah makna dari lambang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Bentuk Lambang berupa palang dilingkari roda bergerigi sebelas berwarna hijau di atas dasar putih.

Arti dan Makna Lambang :

  1. Palang = Bebas dari kecelakaan dan sakit akibat kerja.
  2. Roda Gigi = Bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani.
  3. Warna Putih = Bersih, suci.
  4. Warna Hiaju = Selamat, sehat dan sejahtera.
  5. Sebelas gerigi roda = 11 bab dalam Undang-undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan kerja.

Selain makna dan arti lambang K3, keselamatan kerja juga memilikidan simbol tersendiri. Seringkali kita menemukan simbol atau tanda yang biasanya disebut Safety Sign di jalan, kantor, kompleks perumahan, gedung, dll. Tujuan dari pemasangan simbol-simbol tersebut pastinya memiliki tujuan sesuai peruntukannya.

 

7 Perlengkapan yang Wajib Ada di Kotak P3K

Kecelakaan atau musibah dapat terjadi dimana saja, termasuk di rumah yang selama ini Anda anggap aman dan tak tersentuh marabahaya. Janganlah  sikap meremehkan itu ada di benak Anda, ada baiknya sebelum terjadi, Anda menyiapkan 7 (Tujuh) perlengkapan darurat didalam kotak P3K, antara lain :

1. Plester dan Perban

Plester dan perban merupakan perlengkapan wajib yang harus ada dalam setiap kotak P3K. Fungsinya adalah menutup luka jika terjadi kecelakaan di dalam rumah akibat menginjak beling gelas yang terjatuh atau mengalami luka akibat terbentur.

 

2. Alkohol

Cairan alkohol juga wajib ada dalam setiap kotak P3K di rumah Anda. Fungsi cairan ini untuk membersihkan luka agar tidak terinfeksi dan sebelum menutupnya dengan plester serta perban karena cairan ini merupakan cairan disinfektan dalam kondisi apapun termasuk saat situasi darurat.

 

3. Salep Antibiotik

Selain alkohol, perlengkapan lainnya yang wajib tersedia di dalam kotak P3K adalah salep antibiotik. Salep ini selain berfungsi menutup luka sayatan benda tajam juga dapat menjadi pertolongan pertama untuk mengatasi luka bakar.

 

4. Obat Merah atau Betadine

Obat merah atau betadine merupakan perlengkapan yang wajib tersedia di dalam kotak P3K. Kalau Anda mengalami luka kemudian salep Antibiotik Anda habis maka mau tidak mau Anda harus mencari obat merah atau Betadine. Selain itu jika Anda kehabisan alkohol, obat merah atau betadine juga dapat berfungsi sebagai disinfektan darurat.

 

5. Obat Demam

Yang namanya luka jangan dianggap remeh karena bukan hanya pendarahan akan timbul saat Anda terluka, melainkan juga tubuh Anda akan mengalami demam sebagai reaksi tubuh akibat terluka. Untuk mengatasinya Anda dapat mengkonsumsi obat demam sebagai pertolongan darurat.

 

6. Gunting dan Pinset

Bukan hanya obat dan plester yang perlu tersedia didalam kotak P3K, peralatan seperti gunting kecil dan pinset pun harus tersedia didalam kotak darurat ini. Anda membutuhkan gunting jika harus memotong perban atau plester saat akan menutup luka. Sedangkan pinset akan Anda gunakan tatkala harus mencabut serpihan beling atau duri yang menancap pada luka.

 

7. Buku Panduan

Masyarakat sering lupa bahwa kotak P3K yang sering kita temui jarang dilengkapi dengan buku pedoman atau manual book untuk melakukan pertolongan darurat. Buku ini sangat berguna dalam memberikan langkah-langkah penggunaan perlengkapan kotak P3K dan juga memberikan petunjuk bagaimana menjalankan langkah-langkah pertolongan darurat.