Survival Kits – Making Fire (Membuat Api)

Survival kits yang masuk dalam kategori ini, adalah barang yang dapat digunakan untuk membuat api yang manfaatnya dapat digunakan untuk memasak ataupun menghangatkan badan, yang masuk dalam kategori ini adalah :

  • Batu korek (Ferrocerium / Ferro rod),
  • Korek api kayu yang disimpan ditempat yang kedap air (Container film foto, dll), korek gas (lebih disarankan koerk api yang tahan angin atau dingin seperti korek Zippo),
  • pematik api bersumber dari sinar matahari (Solar Spark Lighter), berfungsi sebagai sumber pembuat api,
  • Kapas atau Pembalut (sebaiknya disimpan dalam kontainer yang kedap air, bungkus film, atau disimpan di kantong plastik kedap air, atau dibuat secara sederhana dari sedotan besar yang kedua ujungnya disegel). Berfungsi sebagai bahan untuk menyalakan api.
  • Fuel Petroleum Jelly (Bahan bakar berbentuk jelly),
  • Magnesium Bar (Batang Magnesium),
  • Lensa pembesar,
  • Lilin, untuk penerang dikala malam.

 

Beberapa Peralatan Membuat Api

 

Solar Spark Fire

 

Baca Juga :

7 Alasan Mengapa Kotak P3K Penting Saat Jalan-jalan

Ekstrim Tips Saat Survival

Survival Kits

Survival Kits – Food Procurement (Pengadaan dan Penyimpanan Barang)

 

Survival Kits

Survival kits dapat terdiri dalam berbagai ukuran, berisi perlengkapan dan alat-alat untuk memberikan survivor perlindungan dasar terhadap unsur-unsur bahaya disekitar dirinya, membantu beliau untuk tetap bertahan hidup : tetap hangat, memenuhi kesehatan dasar dan kebutuhan P3K, menyediakan makanan dan air, sinyal untuk penyelamat, dan membantu dalam menemukan jalan kembali. Lingkungan tempat untuk melakukan kegiatan ataupun perjalanan adalah kunci untuk menentukan Item apa saja yang akan dibutuhkan dalam survival kits.

Berapa banyak peralatan yang akan dimasukkan ke dalam survival kits, tergantung juga pada bagaimana akan membawa survival kits tersebut. 

Sebuah survival kits yang diletakkan dekat dengan tubuh akan lebih kecil ukurannya dari pada survival kits yang ada dalam kotak atau tempat survival kits yang ada di tas ransel. Selalu membekali diri dan letakkan  beberapa survival kits dekat dengan tubuh, gunakan rompi ataupun tas khusus yang selalu melekat dekat dengan tubuh dan juga di ransel utama.

Tempatkan barang-barang yang paling penting dekat dengan tubuh, misalnya, peta dan kompas harus selalu berada di dekat dengan tubuh. Termasuk juga Item dasar untuk mempertahankan hidup seperti pisau kecil, beberapa kit P3K. Taruh barang-barang sesuai dengan pentingnya barang tersebut, tempatkan barang-barang (Survival kits) yang berukuran besar kedalam ransel, dengan catatan tempatkan di suatu tempat yang mudah dijangkau dalam ransel.

Dalam mempersiapkan Survival kits ini, agar mempertimbangkan “The Rule of Threes“. Dalam survival, bahwa dalam kondisi survival orang akan dihadapkan pada keadaan, dimana hidup hanya dapat bertahan :

  • 3 Menit tanpa udara,
  • 3 Jam tanpa suhu tubuh yang sesuai dengan kemampuan tubuh bertahan,
  • 3 Hari tanpa air,
  • 3 Minggu tanpa makanan,

 

Sehingga dalam mempersiapkan Survival Kits, pilih Item selain berdasarkan lokasi kegiatan, juga harus memperhatikan “The Rule of Threes” tersebut, selain itu dalam mempersiapkan Survival Kits harus : Dapat seba guna, kompak, ringan, tahan lama, dan yang paling penting fungsional. Item yang dibawa dalam melakukan perjalanan akan tidak baik jika ukurannya terlalu besar dan tidak didesain untuk kondisi survival.

Penempatan Item Survival kits harus saling melengkapi dari lapis per lapis. Sebuah cermin sinyal dapat didukung oleh pena Flare di LBE (Load Bearing Equipment = semacam rompi berbentuk sabuk yang biasa digunakan oleh militer) dan didukung panel sinyal dalam ransel. Sebuah pemantik api (korek api) disaku rompi dapat dilengkapi dengan magnesium bar (batang magnesium) di LBE dan Dry Tinder (bahan pembuat api, biasanya kertas kering, kapas, dll).

Survival kits tidak perlu rumit, hanya perlu Item yang fungsional yang akan memenuhi kebutuhan, jika terdapat 2 (Dua) Item yang memiliki fungsi sama, pilih salah satunya saja, lebih baik lagi jika memiliki fungsi lebih dari 1 (Satu). Untuk mengorganisasi semua Item tersebut dibutuhkan kotak untuk menyimpan Item-item survival kits tersebut, selain dengan membeli, dapat juga menggunakan : Kotak Perban, Kotak Sabun, Kaleng Tembakau, Kotak Amunisi, atau kotak-kotak yang lain, dimana kotak tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • Anti / Tahan Air (Waterproof),
  • Mudah dibawa atau mudah ditaruh didekat tubuh Anda,
  • Cocok untuk menyimpan berbagai ukuran komponen,
  • Tahan Lama,

Kotak Survival Kits

Kotak Survival Kits dari Barang Bekas Pakai, Bekas Wadah Tembakau

 

Baca Juga :

Survival Kits – Food Procurement (Pengadaan dan Penyimpanan Barang)

Survival Kits – Making Fire (Membuat Api)

7 Alasan Mengapa Kotak P3K Penting Saat Jalan-jalan

Ekstrim Tips Saat Survival

Survival Kits – Food Procurement (Pengadaan dan Penyimpanan Barang)

Kebanyakan Kit survival ini untuk jangka waktu yang singkat, yang akan digunakan dan mengalami keausan, kadang dibutuhkan imajinasi dan improvisasi dilapangan, saat dihadapkan pada kondisi survival yang membutuhkan waktu yang lama :

  • Makanan kaleng, buah-buahan kering, kacang roasted, dll, yang penting dapat menjadi makanan siap makan (Stok / cadangan makanan),
  • Dapat juga makanan yang mengandung energi tinggi seperti cokelat, energy bar, atau makanan batangan darurat lainnya,
  • Kaldu kotak,
  • Pisau lipat (Pisau kompak, multifungsi seperti pisau Swiss Army),
  • Alumunium foil, untuk menjaga agar makanan lebih awet,
  • Alat pancing, mata kail dan senar, dapat digunakan jika kondisi survival terjadi didaerah yang terdapat sumber makanannya berupa ikan, baik di laut, sungai, danau atau paritdalam kondisi darurat jarum atau peniti dapat dibentuk dan difungsikan sebagai kail,
  • Kawat senar, dapat digunakan untuk menjerat ataupun untuk menjerat ataupun untuk menjebak binatang memanfaatkan kondisi sekitar,
  • Gill Netting (Jaring ikan sederhana), digunakan untuk memperangkap dan menangkap ikan dalam kondisi darurat,
  • Kompor gas tabung portable,
  • Paraffin Wax,
  • Wadah Makanan,
  • Alat masak (Wajan kecil / Portable dan panci yang merupakan bagian dari tempat minum / Toples).

Makanan siap makan

 

Peralatan memancing dalam satu tempat kompak, didalam kalung

 

Tempat makanan terdiri dari beberapa Item, dapat dibawa beberapa atau seluruhnya tergantung perjalanan dan kebutuhan 

Pisau saku multi fungsi dan Gill Net

Kompor gas portabel dan kompak dengan tabung gas didalamnya

Baca Juga :

Survival Kits – Making Fire (Membuat Api)

7 Alasan Mengapa Kotak P3K Penting Saat Jalan-jalan

Ekstrim Tips Saat Survival

Survival Kits

Ekstrim Tips Saat Survival

Banyak orang yang mungkin tidak begitu memperhatikan, bahwa kondom dan tampon (Pembalut wanita) dapat digunakan sebagai salah satu peralatan untuk Survival (Survival Kits), kondom non pelumas (Tidak berpelumas) dapat digunakan untuk menyimpan cadangan air yang dikumpulkan dari alam (dari hujan, sumber air, kondensasi, dll), dalam kondisi darurat, kondom dapat digunakan sebagai pengganti kotak penyimpan Survival Kits kedap air yang bukan berbentuk tajam ataupun dari bahan kimia, untuk bahan bakar membuat api (Tinder), menjadi tali elatis untuk mengikat alat / senjata Survival dalam memperoleh makanan (tombak, kapak, atau pisau dapur).

Tampon dapat digunakan untuk Survival Kits, pengetahuan atau dapat dikatakan sebagai penemuan ini, pertama kali diperkenalkan dan digunakan langsung oleh Creek Stewart, seorang profesional dan ahli pelatihan Survival, Tampon beliau masukkan dalam daftar Survival Kits (Dipraktekkan salah satu aspek dari Survival = Improvised), dimana dalam pelatihan yang dilakukannya, ditemukan bahwa Tampon (selain berfungsi sebagai pembalut wanita), juga memiliki multi fungsi yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh orang lain, beliau mendapatkan beberapa fungsi Tampon yang dapat dimanfaatkan dalam Survival, seperti :

  1. Sebagai pengganti kapas untuk menutup luka,
  2. Bungkus Tampon dapat digunakan sebagai tempat yang kedap air untuk menyimpan korek api,
  3. Sebagai komponen filter bagi penyaring air,
  4. Bandul dalam peralatan mancing untuk Survival,
  5. Bahan pembuat api (Tinder),
  6. Untuk Menyerap air,
  7. Sebagai sumbu lilin cair,
  8. Tali pada tuas perangkap binatang,
  9. Sebagai bagian daru sumpit (bagian belakang sehingga berfungsi sebagai penyeimbang dan sebagai pemapat dalam tabung sumpit sehingga memiliki tekanan yang melontarkan anak senjata sumpit tersebut).

 

Baca Juga :

Survival Kits – Food Procurement (Pengadaan dan Penyimpanan Barang)

Survival Kits – Making Fire (Membuat Api)

7 Alasan Mengapa Kotak P3K Penting Saat Jalan-jalan

Ekstrim Tips Saat Survival

 

7 Alasan Mengapa Kotak P3K Penting Saat Jalan-jalan

Terkadang, tanpa disadari, kita sering sekali kurang peduli dengan kesehatan kita sendiri maupun orang terkasih selama perjalanan berlibur. Padahal, kita tidak pernah tahu kapan sakit dapat menyerang tubuh kita. Belum lagi bila ditambah dengan kondisi tubuh yang lelah sepanjang perjalanan.

Daripada kita harus mencari toko obat atau apotek yang tidak diketahui di mana letaknya saat mengunjungi suatu daerah wisata yang kita kunjungi, alangkah baiknya bila kita menyiapkan segala sesuatu sejak di rumah sebelum berangkat bepergian. Hal ini juga dapat m,encegah terjadinya ketidaknyamanan yang berlangsung lama ketika kita tidak membawa suplemen atau obat untuk meredakan sakit.

Dengan berbagai alasan, rasa-rasanya kita perlu membawa kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K0 selama perjalanan liburan, karena dengan melakukan ini kita dapat merasakan manfaatnya seperti yang diuraikan di bawah ini :

 

1. Praktis

Selama di mobil dalam perjalanan liburan atau jalan-jalan, kita dapat langsung membuka kotak P3K yang kita simpan dalam dasbor atau bagian lain dalam mobil yang aman. Ketika ada anggota keluarga yang mual karena mabuk perjalanan, kita dapat dengan mudah menemukan obat sakit kepala ketika merasa pusing. Kita tidak perlu mencari-cari toko obat lalu turun dari mobil untuk membelinya.

 

2. Mengobati Luka Ringan

Biasanya hal ini terjadi pada anak-anak ketika sedang dalam perjalanan dan bermain sesuatu yang menyebabkan goresan pada kulit mereka. Kita dapat langsung dengan sigap membuka kotak P3K dan mengoleskan obat pada permukaan kulit atau menempelkan plester luka.

 

3. Antisipasi Sebelum Berobat

Liburan dan perjalanan panjang untuk sampai di lokasi wisata sudah pasti menimbulkan kelelahan. Ditambah lagi dengan paparan AC dalam mobil akan berdampak pada kesehatan anggota keluarga dan orang-orang yang kita sayangi. Masuk angin atau demam dapat terjadi karena kelelahan selama perjalanan. Untuk itu, sebelum ke dokter atau klinik terdekat, kita dapat membuka kotak P3K yang dibawa dan mengonsumsi obat-obatan yang dibutuhkan.

 

4. Meredakan Iritasi Kulit Karena Sengatan Matahari

Sengatan matahari pada kulit ketika keluar dari mobil akan menimbulkan ruam merah dan iritasi pada kulit. Apalagi jika kita mampir ke tempat-tempat wisata seperti pantai yang terik mataharinya berkontak langsung dengan kulit. Kita dapat langsung mengambil lotion yang dapat membantu meredakan ruam kulit dan iritasi pada kulit.

 

5. Menyembuhkan Alergi Meredakan Iritasi Kulit Karena Sengatan Sinar Matahari

Bagi sebagian orang, mereka dapat terserang alergi karena debu dan mengonsumsi makanan-makanan tertentu. Jika alergi terjadi selama perjalanan liburan, kita dapat membuka kotak P3K dan memilihnya kemudian mengonsumsi Anthistamin untuk meredakan alergi.

 

6. Anti Diare Selama Perjalanan

Ketika mengonsumsi berbagai makanan selama perjalanan dan akibat perubahan iklim yang menyebabkan diare, kita tidak perlu khawatir perjalanan akan terganggu karena menyimpan obat anti diare dan oralit di dalam kotak P3K yang kita bawa.

 

7. Memantau Suhu Tubuh

Selama perjalanan, kita mungkin akan berhadapan dengan cuaca yang berbeda. Kelelahan juga akan mempengaruhi suhu tubuh kita. Dengan membawa Thermometer di dalam kotak P3K, kita dapat memantau suhu tubuh setiap anggota keluarga, mulai dari suhu tubuh suami, sampai suhu tubuh anak-anak selama perjalanan. Jadi kita dapat mendeteksi mereka sedang dalam kondisi fit atau tidak.

 

Itulah alasan mengapa kotak P3K penting untuk dibawa saat jalan-jalan. Namun ada satu hal yang harus dipastikan bahwa kotak P3K yang dibawa selama perjalanan haruslah memiliki persediaan obat-obatan yang lengkap agar dapat memenuhi segala yang kita butuhkan saat terserang gejala penyakit selama perjalanan.

 

Baca Juga :

Ekstrim Tips Saat Survival

Survival Kits

Survival KitsFood Procurement (Pengadaan dan Penyimpanan Barang)

Survival KitsMaking Fire (Membuat Api)

Pentingnya Pengetahuan Survival Bagi Masyarakat di Daerah Rawan Bencana

Kita tentunya tidak pernah berharap mengalami suatu bencana, namun kita pun tidak pernah tahu kapan kita akan mengalami suatu bencana atau peristiwa ekstrim yang mendadak dapat merubah kehidupan kita.

Merujuk undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, yang dimaksud bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Bencana-bencana yang sering terjadi di Indonesia diantaranya bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kekeringan, kerusuhan massal, kebakaran, dan sebagainya. Akibat yang mungkin muncul dari bencana ini adalah kehidupan yang menjadi terisolasi, kekurangan sandang dan pangan, kehilangan tempat tinggal, menurunnya tingkat kesehatan dan munculnya berbagai penyakit.

Perubahan drastis dari kondisi normal ke kondisi tak normal, tentunya tak setiap orang siap menghadapinya. Inilah yang sering terjadi saat terjadinya bencana di Indonesia. Masyarakat yang mengalami bencana cenderung hanya berharap adanya bantuan dari luar. Mereka tidak terlatih untuk menghadapi kehidupan serba kekurangan.

Tulisan ini berupaya mengingatkan tentang pentingnya kemampuan bertahan hidup dalam kondisi seminimum mungkin. Dalam hal ini kemampuan mempertahankan diri dari keadaan yang darurat, buruk dan kritis. Kemampuan survival untuk keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. sambil menunggu pertolongan dan bantuan dari pihak lain tiba.

Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu. Keterampilan survival (Survival Skills) selama ini selalu dikaitkan dengan kegiatan Outdoors, seperti pencinta alam, mountenering, dan militer. Padahal keterampilan survival dapat diterapkan pada setiap kondisi darurat. Pengetahuan dasar survival dapat dipelajari oleh semua orang.

Manfaat pengetahuan survival bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, tentunya akan meningkatkan kemampuan bertahan hidup saat munculnya bencana. Sehingga mampu meningkatkan harapan hidup para korban bencana sampai bantuan dari luar datang. Sebagai contoh, seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20-30 hari tanpa makan, tapi orang tersebut hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air, bila memiliki pengetahuan survival tentunya dia mampu bertahan lebih lama lagi.

Pengetahuan dasar survival yang harus dimilki oleh setiap orang meliputi kemampuan :

  1. Percaya diri,
  2. Kesiapsiagaan (Preparedness),
  3. Sikap mental : Kesiapan mental (Mental Preparedness), semangat untuk tetap hidup, kepercayaan diri, akal sehat, disiplin dan rencana matang serta kemampuan belajar dari pengalaman.
  4. Pengetahuan bertahan hidup : cara membuat tempat berlindung (Shelter), cara memperoleh air, cara mendapatkan makanan, cara membuat api, pengetahuan orientasi medan, cara mengatasi gangguan binatang, cara mencari pertolongan.
  5. Pengetahuan dasar kesehatan : Petolongan Pertama Pada Kecelakaan (First Aid), pengenalan tanaman obat, pengenalan dasar anatomi tubuh manusia.
  6. Kesiapan fisik : Latihan melakukan perjalanan jauh (Hiking), berenang, dll.
  7. Keterampilan dasar survival : latihan mengidentifikasikan tanaman, latihan membuat trap (jebakan), latihan membuat senjata darurat, latihan pemadaman api, mengenal dan menghindari bahaya, dll.
  8. Pengetahuan peralatan standard survival : kotak survival (Survival kits), pisau jungle, kotakl P3K, alat komunikasi, manual survival (Survival manuals), dll.

Sebaiknya masyarakat telah mempersiapkan dirinya dengan peralatan dasar survival (Survival Kits) yang sudah dikemas dalam tas khusus dan selalu siap untuk dibawa. Untuk masing-masing daerah rawan bencana mungkin dapat berbeda.

Perlengkapan dasar survival menghadapi bencana alam dapat mencakup item yang direkomendasikan sebagai berikut :

  • Air, 1 (satu) galon air per orang, per hari selama kurang lebih 3 (tiga) hari, untuk minum dan sanitasi,
  • Makanan tahan lama, setidaknya untuk pasokan 3 (Tga) hari,
  • Radio bertenaga baterai ataupun radio engkol, dengan baterai cadangan,
  • senter dan baterai cadangan,
  • Perlengkapan P3K (first aid kit),
  • Peluit dan cermin untuk sinyal,
  • Masker untuk filter udara yang terkontiminasi,
  • Plastik terpal untuk tempat berlindung,
  • Selimut, handuk kering, kantong sampah dan kantong plastik untuk sanitasi pribadi.
  • Pakaian cadangan yang praktis,
  • alat-alat pemotong : gunting, pisau lipat, gergaji lipat, kampak,
  • Tali-temali,
  • Korek api tahan air, dengan cadangan bahan bakar,
  • Peta lokal dan peralatan navigasi (kompas, Penggaris, dll),
  • Alat tulis dan buku kecil.

 

Baca Juga :

Benda-benda yang Berguna selama Pendakian

Fungsi Pertolongan Pertama dengan Kotak P3K

Isi Tas Siaga

Pentingnya Pengertian tentang peralatan dan pengananP3k

 

Pentingnya Pengertian Tentang Peralatan dan Penanganan P3K

Kecelakaan ringan dalam bentuk cedera atau lecet adalah hal yang tanpa sengaja dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, persiapan dengan membawa alat atau mengetahui teknik pertolongan pertama dapat dibilang penting sebagai bentuk pencegahan atau pengobatan.

Data Riskesdas 2013 menunjukkan secara nasional cedera paling banyak terjadi di jalan raya (42,8%), disusul oleh rumah (36,5%), dan sekolah (5,4%) dengan proporsi jenis cedera didominasi oleh luka lecet atau memar (70,9%), terkilir (27,5%), dan luka robek (23,2%).

Angka tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana penanganan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan tidak menyediakan alatnya di rumah atau tempat yang seharusnya tersedia, seperti di tempat kerja, kendaraan, dan personal,yang dapat dibawa kemanapun.

Penanganan pertama pada beberapa luka ringan sering kali kurang tepat sehingga menyebabkan infeksi. Disinilah pentingnya persiapan perlengkapan P3K dan tentunya disempurnakan dengan pengetahuan dasar penanganan luka ringan. Secara umum, P3K berfungsi sebagai upaya pertolongan sementara, sebelum mendapatkan perawatan yang lebih intensif dari dokter. Perlengkapan P3K yang wajib dimiliki meliputi Kassa steril, perban, sarung tangan lateks, masker, plester, iodine, gunting, pinset, dan tentunya bukupetunjuk penggunaan.

Siap P3K tidak berarti hanya melengkapi kotak penyimpanan, akan tetapi penting untuk mengenali setiap barang agar mengetahui cara menggunakannya dengan baik dan benar, meletakkan kotak P3K di area yang terlihat dan mudah dijangkau, serta rutin untuk memeriksa tanggal kadaluarsanya.

 

Baca Juga :

Pentingnya Pengetahuan Survival Bagi Masyarakat di Daerah Rawan Bencana

Benda-benda yang Berguna Selama Pendakian

Fungsi Pertolongan Pertama Dengan Kotak P3K

Isi Tas Siaga

 

Isi Tas Siaga

Tas siaga adalah tas yang berisi kebutuhan-kebutuhan dasar yang diperlukan saat menghadapi bencana. Tas siaga biasa digunakan terbuat dari bahan yang tahan air. Dapat digunakan jenis Daypack atau tas gendong. Tas tersebut berisikan alat kesehatan dan kebersihan seperti makanan siap saji, air mineral, kotak P3K, tisu basah, tisu kering, serta perlengkapan mandi.

Siapkan pula pakaian seperti selimut, jaket, baju ganti, jas hujan, masker, sepatu bot, dan sarung tangan karet. Alat informasi / telekomunikasi seperti telepon seluler, radio dan peta juga harus tersedia. Tidak lupa membawa serta aset berharga seperti dokumen penting, kunci cadangan, dan uang tunai secukupnya. sertakan pula alat pendukung lainnya seperti perlengkapan ibadah, senter dan peluit.

Saat ini sudah ada selimut dan kantung tidur yang praktis dan biasa digunakan untuk kedaruratan. Terbuat dari bahan yang ringan dan dapat dilipat sangat kecil. Minimal, disiapkan untuk bertahan selama 3 (tiga) hari. Alangkah lebih baik jika disiapkan sejak sekarang, agar siapapun lebih siap bila bencana terjadi.

 

Baca Juga :

Pentingnya Pengertian Tentang Peralatan dan Penanganan P3K

Pentingnya Pengetahuan Survival Bagi Masyarakat di Daerah Rawan Bencana

Benda-benda yang Berguna Selama Pendakian

Fungsi Pertolongan Pertama dengan Kotak P3K

 

 

Fungsi Pertolongan Pertama dengan Kotak P3K

Senangnya melihat anak aktif. Tak jarang ia beredar ke seluruh ruangan untuk memenuhi rasa ingin tahunya terhadap barang-barang yang ia lihat. Begitu juga saat ia bermain di halaman atau taman dekat rumah. Ketika matanya melihat capung yang terbang diatas rumput, tak pelak ia pun berlari ingin menangkap. padahal, kaki mungilnya masih dalam tahap belajar berjalan. Sebagai orang tua, tentu Anda khawatir anak akan terjatuh. Tetapi, kekhawatiran Anda tidak lantas menjadi alasan untuk melarang ia bermain kan?. Karena jika hal itu Anda lakukan, alih-alih membuat anak merasa aman, justru akan menghambat kreativitas dan perkembangan kecerdasan motoriknya. Sebaiknya Anda tetap membiarkan ia bebas mengeksplorasi lingkungan dengan menyiapkan amunisi sebagai perlindungan.

 

 

Misalnya, perlengkapan pertolongan pertama pada luka. Coba Anda cek, apakah Anda sudah sedia Kotak P3K?, apakah sudah terisi lengkap dengan berbagai peralatan, mulai dari antiseptik hingga gunting untuk memotong kassa / perban?. Ibarat sedia payung sebelum hujan, bukan karena ingin anak mengalami cedera, tetapi apabila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kecil yang tidak diinginkan, Anda dapat sesegera mungkin memberi tindakan yang tepat. Pada skala nasional, Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) menemukan sebanyak 36,5% cedera terjadi di rumah, menyusul di sekolah 5,4%, dan persentase terbanyak terdapat di jalan raya sebesar 42,8%. Dari angka itu, proporsi jenis cedera didominasi oleh luka lecet / memar sebesar 70,9%, terkilir 27,5%, dan luka robek 23,2%.

Dalam kasuistik tertentu, kecelakaan dapat terjadi kapanpun dan dimana pun, namun mayoritas masyarakat masih terbiasa mencari perlengkapan P3K setelah mengalami luka. Hal tersebut perlu mendapat perhatian karena proses penyembuhan luka kecil dapat terhambat atau menimbulkan luka yang serius. Kasus-kasus di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak selalu terkait dengan luka besar atau fatal. tidak jarang pihak IGD menerima menerima pasien dengan luka tersiram air panas, lecet, atau sekedar cedera memar ringan. Namun, sangat disayangkan, karena terkadang penanganan pertamanya kurang tepat, sehingga menyebabkan infeksi. Disinilah pentingnya persiapan perlengkapan P3K seperti obat merah, kain kassa / perban, plester perekat luka, dll yang tentunya dapat diaplikasikan dan disempurnakan dengan pengetahuan dasar penanganan luka ringan.

 

Baca Juga :

Isi Tas Siaga

Pentingnya Pengertian Tentang Peralatan dan Penanganan P3K

Pentingnya Pengetahuan Survival Bagi Masyarakat di Daerah Rawan Bencana

Benda-benda yang Berguna Selama Pendakian

 

Benda-benda yang Berguna Selama Pendakian

Anda sedang Travelling Bersama Teman? atau mungkin Anda sedang gemar mendaki gunung?, selain memang harus memperhatikan kesehatan serta kondisi fisik, Anda juga harus mempersiapkan barang-barang tertentu yang wajib dibawa. Meski simpel atau sudah diketahui para survivor, namun bagi pemula pasti tidak akan menyangka kalau benda-benda ini penting. Berikut 10 benda yang ternyata berguna bagi pendaki pemula, yaitu :

1.Kondom

Bukan untuk mengajari yang tidak-tidak, kondom pun dapat digunakan sebagai alat survival atau untuk bertahan hidup. Fungsinya cukup banyak, yaitu untuk membuat api, menampung air dan membuat ketapel.

 

2. Magic Tissue

Ternyata tisu “sulap” ini wajib ada di kotak p3k. Fungsinya dapat menjadi pengganti balsem atau obat gosok untuk membius rasa sakit sementara jika terjadi keram.

 

3. Pembalut

Walaupun Anda Pria, namun pembalut wanita ini ternyata sangat berguna saat pendakian. Pembalut tersebut dapat Anda gunakan untuk bantalan tas Carrier yang berat di bahu.

 

4. Gunting Kuku

Gunting kuku ini bukan hanya berfungsi untuk perawatan kuku saat di puncak gunung, gunting kuku tersebut dapat Anda masukkan di packing list. Gunting kuku tersebut juga dapat berfungsi sebagai pemotong mini, sebagai pengganti gunting.

 

Medan pendakian disaat perjalan pendakian memang tidak dapat diduga. Jika tiba-tiba hujan lebat, Anda dapat menggunakan karet gelang untuk mengikat kaos kaki.

 

6. Benang dan Jarum

Jangan meremehkan benda yang satu ini, benang dan jarum saat mendaki dapat digunakan untuk menjahit tenda jika robek, sungguh sangat tidak terpikir oleh kita.

 

7. Cermin

Ternyata bukan hanya wanita saya yang membutuhkan cermin tersebut, pendaki pria pun wajib membawa benda kecil tersebut.Cermin dapat Anda gunakan sebagai petunjuk posisi atau minta bantuan jika terjadi hal-hal yang tidak terduga.

 

8. Tali Pipih

Tali pipih atau webbing sering terlupakan oleh para pendaki, padahal benda tersebut dapat berfungsi untuk membuat bivak atau memasang Hammock. Selain itu juga dapat digunakan untuk memancang tenda ke pohon.

 

9. Selotip / Isolasi

Benda tersebut bukan hanya sebagai perekat kertas koadi saja, selotip / isolasi dapat digunakan untuk menambal tenda yang bocor. Selain itu dapat juga digunakan untuk menyambung sementara frame yang patah.

 

10. Kanebo atau Spon

Kanebo yang biasa digunakan untuk mengelap motor / mobil Anda pun sebaiknya tidak tertinggal saat pendakian, Kanebo tersebut berfungsi menyerap air didalam tenda ketika tenda bocor, sebagai pengganti spon.

 

Baca Juga :

Fungsi Pertolongan Pertama dengan Kotak P3K

Isi Tas Siaga

Pentingnya pengertian Tentang Peralatan dan Penanganan P3K

Pentingnya Pengetahuan Survival bagi Masyarakat di Daerah Rawan Bencana