Keselamatan di Rumah !!

Siapapun pasti ingin menjadikan rumah tempat yang aman, aman untuk keluarga dan siapapun yang masuk ke rumah kita.

Kadang kita tidak sadar dengan bahaya yang berada dirumah, untuk itu disini akan dibahas.

Kecelakaan apa saja yang sering terjadi di rumah?

  • Jatuh , penyebabnya bisa karena mainan anak yang berserakan di lantai, karpet yang tidak rata, lantai licin, kabel/tali yang menjuntai, memanjat furniture.

Pencegahan : selalu merapikan mainan, ratakan karpet, pasang kabel rapikan dengan paku khusus, tempel furniture di dinding supaya tidak ambruk saat anak memanjat.

  • Terbekap , anak-anak sangat beresiko terbekap plastik yang digunakan untuk bermain.

Pencegahan : jauhkan plastik dari jangkauan anak-anak, pada tempat tidur bayi diusahakan bersih tanpa selimut atau bantal yang bisa membekap.

  • Tenggelam , bayi-bayi beresiko tinggi untuk tenggelam karena proporsi kepalanya lebih besar dari tubuhnya sehingga kepala lebih berat saat di air. Untuk tenggelam tidak harus di kolam atau sungai, tetapi bayi-balita bisa tenggelam di ember, akuarium, kolam ikan. Ketinggian air 5cm bisa menenggelamkan.

Pencegahan : Jangan pernah tinggalkan anak sendiri di ember atau kolam renang

  • Keracunan , kasus keracunan dirumah banyak terjadi karena bahan-bahan kimia diletakan sembarangan.

Pencegahan : simpan bahan-bahan kimia rumah tangga di tempat yang tertutup dan tidak bisa dijangkau oleh anak, jangan mewadahi bahan kimia apapun di botol bekas air mineral atau minuman ringan, simpan obat-obatan di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh anak.

  • Kesetrum , bisa terjadi karena anak ngoprek barang elekronik, nyolok-nyolokstop kontak, ngegigit kabel, dll.

Pencegahan : rapikan semua barang elektronik, kabel-kabel, pasang penutup stop kontak.

  • Luka bakar ,  anak bisa tersiram air panas, kesenggol setrikaan, kena knalpot, atau terbakar api.

Pencegahan : di dapur letakan alat-alat masak dengan gagang mengarah ke dalam supaya tidak bisa dijangkau anak, jangan biarkan anak-anak bermain korek api dan sumber api lainnya.

Oleh : dr. Lelitasari, MKK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *